Penetapan harga dinamis
Penetapan harga dinamis, juga disebut sebagai penetapan harga lonjakan, penetapan harga permintaan, penetapan harga berbasis waktu dan penetapan harga variabel, adalah strategi penetapan harga dalam manajemen pendapatan, ketika suatu bidang usaha menetapkan harga yang fleksibel terhadap produk atau layanan berdasarkan permintaan pasar saat ini. Umumnya harga naik selama periode tingkat permintaan tinggi dan harga turun selama periode tingkat permintaan rendah.[1]
Dalam strategi penetapan harga, hal ini mendorong konsumen untuk melakukan transaksi pembelian selama periode permintaan rendah (seperti membeli tiket jauh hari sebelum tanggal pelaksanaan atau membeli makanan di luar jam makan siang dan makan malam)[1] dan mengurangi insentif mereka selama periode permintaan tinggi (seperti menggunakan sedikit sumber daya listrik selama jam-jam puncak penggunaan listrik).[2][3] Dalam beberapa sektor, para ekonom telah menandai bahwa penetapan harga dinamis memiliki peningkatan kesejahteraan bila dibandingkan dengan penetapan harga seragam dan berkontribusi pada alokasi sumber daya terbatas yang lebih optimal.[4][5] Dalam pelaksanaannya, penetapan harga dinamis kerap menimbulkan kontroversi publik, karena konsumen menganggap hal tersebut sebagai praktik penetapan harga yang tidak wajar.[6]
Perusahaan dapat melakukan perubahan harga berdasarkan algoritma-algoritma yang memperhitungkan faktor harga pesaing, tingkat penawaran dan permintaan, serta faktor eksternal lainnya di pasar. Penetapan harga dinamis merupakan praktik umum dalam beberapa industri seperti perhotelan, pariwisata, hiburan, ritel, listrik dan transportasi umum. Setiap industri memiliki pendekatan yang berbeda terhadap penetapan harga dinamis tergantung kebutuhan masing-masing dan permintaan produk.
Metode
[sunting | sunting sumber]Penetapan harga berdasarkan biaya
[sunting | sunting sumber]Metode penetapan harga yang paling mendasar adalah penetapan harga berdasarkan biaya produksi (cost based pricing) atau biaya produksi ditambah sejumlah keuntungan sebagai margin (cost-plus pricing).[7] Metode penetapan harga suatu produk atau layanan berdasarkan biaya produksi, mudah dilakukan tanpa mempertimbangkan reaksi pasar, cuaca atau perubahan nilai konsumen.[a] Perangkat penetapan harga dinamis ini, dapat mempermudah pembaruan harga, dengan memperhitungkan faktor-faktor eksternal, seperti harga pasar dari para pesaing. Meskipun banyak diterapkan, penggunaan penetapan harga dinamis ini tidak merata. Perusahaan yang menggunakan strategi penetapan harga dinamis ini umumnya perusahaan yang memiliki tingkat persaingan tinggi, sementara perusahaan manufaktur cenderung sedikit.[9]
Penetapan harga berdasarkan kompetitor
[sunting | sunting sumber]Penetapan harga berbasiskan harga pesaing adalah penetapan harga secara kompetitif yang dilakukan oleh pelaku usaha dengan memantau harga para pesaingnya dan menyesuaikan harga produk atau layanannya agar tetap kompetitif atau dapat merebut pangsa pasar.[10]
Dalam bidang ritel, harga pesaing yang banyak dipantau adalah Amazon, karena harga yang selalu berubah-ubah dan mendorong pelaku usaha lain untuk menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.[11] Konsumen diberikan pilihan oleh peritel dengan opsi harga terendah dari yang paling rendah, berdasarkan pencarian harga dari berbagai situs web menggunakan bot.[12]
Perilaku penetapan harga tersebut, tergantung pada kondisi dan situasi pasar serta perencanaan pelaku usaha. Meskipun terdapat pelaku usaha yang secara kompetitif terpaksa menurunkan harga produk, tetapi hal ini tidak selalu terjadi. Dalam kasus persaingan tinggi, tetapi kondisi pasar yang stabil serta pandangan jangka panjang, diperkirakan bahwa para pelaku usaha akan bekerja sama dalam hal penentuan skema harga alih-alih menurunkan harga produk atau layanannya.[13]
Penetapan harga berdasarkan nilai atau elastisitas
[sunting | sunting sumber]Secara ideal, pelaku usaha harus menetapkan harga produk yang setara dengan nilai yang diberikan konsumen terhadap produk tersebut. Hal ini disebut dengan penetapan harga berbasis nilai. Sulit untuk menemukan nilai yang sempurna dan menetapkan harga yang berbeda untuk setiap konsumen, karena nilai ini dapat berbeda dari masing-masing individu. Namun, kesediaan konsumen untuk membayar, dapat digunakan sebagai proksi atas nilai yang dirasakan. Dengan harga produk yang fleksibel, pelaku usaha dapat menghitung berapa banyak konsumen yang bersedia untuk membayar pada setiap poin harga.[14] Produk dengan elastisitas tinggi, sangat sensitif terhadap perubahan harga, sedangkan produk dengan elastisitas harga yang rendah, kurang sensitif terhadap perubahan harga.[15][16]
Produk dengan elastisistas rendah umumnya lebih dihargai konsumen bila semua hal lainnya sama. Aspek dinamis dari metode penetapan harga ini adalah elastisitas yang berubah berdasarkan produk, kategori, waktu, lokasi dan peritel. Dengan elastisitas harga dan margin produk, peritel dapat menggunakan metode tersebut terhadap strategi penetapan harga untuk memperoleh volume penjualan, pendapatan atau keuntungan yang maksimal.[17][18]
Strategi penerapan harga berbasiskan nilai misalnya diterapkan oleh Apple Inc. dalam memasarkan produk dan layanannya, meskipun banyak kompetitor yang menawarkan fitur dan spesifikasi produk yang lebih tinggi.[19]
Harga paket
[sunting | sunting sumber]Terdapat dua jenis strategi penetapan harga bundel atau harga paket, yakni dari sudut pandang penjual dan dari sudut pandang pembeli. Strategi harga paket dari sudut pandang penjual, menetapkan suatu harga produk bergantung kepada aspek apakah suatu produk dibundel dengan produk lain, termasuk pengelompokan berdasarkan jenis produk, terkadang kepada pelanggan mana produk tersebut ditawarkan. Strategi ini diadopsi oleh perusahaan media cetak dan layanan berbasiskan langganan, misalnya Wall Street Journal menawarkan harga terpisah jika berlangganan secara daring dan memperoleh diskon apabila berlangganan baik secara daring maupun edisi cetak sekaligus.[12]
Strategi harga paket dari sudut pandang pembeli, membantu pembeli merasa bahwa mereka memiliki kendali langsung terhadap produk yang ditawarkan dan meningkatkan nilai dari produk tersebut. Misalnya penjualan bundel untuk menu yang ditawarkan dalam sebuah restoran yang mencakup beberapa hidangan utama yang dapat dipilih. Strategi ini dipandang sebagai metode yang sempurna untuk mendorong pelanggan agar membeli produk dalam jumlah besar, tanpa memaksa mereka membeli produk yang tidak sesuai dengan selera mereka.[20] Strategi penetapan harga paket umumnya juga diterapkan pada restoran cepat saji, operator jaringan seluler, penjualan perangkat lunak dan industri pariwisata.[21]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]Catatan
[sunting | sunting sumber]Kutipan
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "In Praise of Efficient Price Gouging". MIT Technology Review (dalam bahasa Inggris). 2014.
- ↑ Joskow, Paul L.; Wolfram, Catherine D. (2012). "Dynamic Pricing of Electricity". American Economic Review (dalam bahasa Inggris). 102 (3): 381–385. doi:10.1257/aer.102.3.381. ISSN 0002-8282.
- ↑ Ito, Koichiro; Ida, Takanori; Tanaka, Makoto (2018). "Moral Suasion and Economic Incentives: Field Experimental Evidence from Energy Demand". American Economic Journal: Economic Policy (dalam bahasa Inggris). 10 (1): 240–267. doi:10.1257/pol.20160093. ISSN 1945-7731.
- ↑ Williams, Kevin R. (2022). "The Welfare Effects of Dynamic Pricing: Evidence from Airline Markets". Econometrica. 90 (2): 831–858. doi:10.3982/ecta16180.
- ↑ Castillo, Juan Camilo (2025). "Who Benefits From Surge Pricing?". Econometrica (dalam bahasa Inggris). 93 (5): 1811–1854. doi:10.3982/ECTA19106. ISSN 1468-0262.
- ↑ Fadulu, Lola (2024-02-27). "'Dynamic Pricing' for Burgers and Shakes? Wendy's Will Give It a Whirl". The New York Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0362-4331.
- ↑ Riorini, Sri Vandayuli (2021). Sudarmanto, Eko; Kurniawati, Endah (ed.). Manajemen Pemasaran: Saat Ini dan Masa Depan. Penerbit Insania. hlm. 107-108. ISBN 9786235770154.
- ↑ Raquel Sánchez-Fernández; M. Ángeles Iniesta-Bonillo; Morris B Holbrook (2018). "The Conceptualisation and Measurement of Consumer Value in Services". International Journal of Market Research (dalam bahasa Inggris). 1 (51) (dipublikasikan 25 April 2018). doi:10.1177/14707853090510.
- ↑ Guilding, Chris; Drury, Colin; Tayles, Mike (2005). "An empirical investigation of the importance of cost-plus pricing". Managerial Auditing Journal (dalam bahasa Inggris). 20 (2): 125–137. doi:10.1108/02686900510574548.
- ↑ Mishra, Ranjana Pandey (2025). Essentials of Marketing Management (dalam bahasa Inggris). Chyren Publication. hlm. 122. ISBN 9789349076037.
- ↑ "Do profits matter? The curious case of Amazon.com". Venturebeat.com (dalam bahasa Inggris). 24 Oktober 2013. Diakses tanggal 23 Maret 2026.
- 1 2 Kannan, P. K.; Kopalle, Praveen K. (2001). "Dynamic Pricing on the Internet: Importance and Implications for Consumer Behavior". International Journal of Electronic Commerce (dalam bahasa Inggris). 5 (3): 63–83. doi:10.1080/10864415.2001.11044211. ISSN 1086-4415. JSTOR 27750982.
- ↑ Sudhir, K (2001). "Competitive Pricing Behavior in the Auto Market: A Structural Analysis". Marketing Science (dalam bahasa Inggris). 20: 42–60. doi:10.1287/mksc.20.1.42.10196.
- ↑ "The Ultimate Guide to Dynamic Pricing". Omnia Retail (dalam bahasa Inggris). 30 Desember 2025. Diakses tanggal 23 Maret 2026.
- ↑ Krishnan, Ganesh (2025). Mastering Disruption: A Practical Guide to Understanding New-Age Business Models (dalam bahasa Inggris). Penguin Random House India Private Limited. hlm. 86. ISBN 9789367906835.
- ↑ Ichsan Khalis; Rido Satria; Yusnovi Putra; Winda Febrina; Zefriyenni (2024). Pengambilan Keputusan dalam Diskriminasi Harga, Penentuan Harga Produk Baru, dan Penetapan Harga pada Pasar yang Telah Mapan. Fahmi Karya. hlm. 38. ISBN 9786238646357.
- ↑ Sidik Budiwidodo; Yulianto Pudji Winarno; Joko Sutopo; Fina Nuraini; Puji Sarwono (2025). Ekonomi Manajerial. Penerbit Naga Pustaka. hlm. 36. ISBN 9786347204325.
- ↑ Penelope M. Abernathy; JoAnn Sciarrino (2018). The Strategic Digital Media Entrepreneur (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons, Incorporated (dipublikasikan 28 September 2018). hlm. 117. ISBN 9781119218050.
- ↑ Leily Andriani; Rosalina Anitasari; Harlena Meiwita Puti; Mohamad Rohimat; Arfiani Yulianti (2025). "Pricing Strategy And Value Based Marketing: Strategi Harga Dan Persepsi Nilai Konsumen". Jurnal Ilmu Manajemen Dan Pendidikan. 2 (3). ITTC Indonesia: 1108–1113. ISSN 3062-7788.
- ↑ Henry, Ezreal Twell; Abdul Karim, Nurulnathirah; Amy Izzati, Yusop; Liew, Lewis Teo Piaw (2023). "Bundling Pricing Model". Malaysia Journal of Invention and Innovation (MJII) (dalam bahasa Inggris). 2 (4) (dipublikasikan 5 Juli 2023): 39. doi:10.5281/zenodo.8031066.
- ↑ Arofah, Rifka Utami; Randikaparsa, Irawan (2026). Manajemen Pemasaran. CV Eureka Media Aksara (dipublikasikan 9 Februari 2026). hlm. 356. ISBN 9786342713822.