Kolonade

Dalam arsitektur klasik, kolonade adalah urutan panjang dari kolom yang disatukan oleh entablatur mereka, sering kali berdiri bebas, atau menjadi bagian dari sebuah bangunan.[1] Pasangan atau beberapa pasang kolom biasanya digunakan dalam sebuah kolonade yang dapat berbentuk lurus atau melengkung. Ruang yang dilingkupinya bisa tertutup maupun terbuka. Di Lapangan Santo Petrus di Roma, kolonade agung karya Bernini melingkupi ruang terbuka berbentuk elips yang luas.
Ketika berada di depan sebuah bangunan, yang menaungi pintu (bahasa Latin porta), ia disebut sebagai portiko. Ketika melingkupi sebuah pelataran terbuka, ia disebut peristilium. Sebuah portiko dapat memiliki kedalaman lebih dari satu baris kolom, seperti pada Pantheon di Roma atau stoa di Yunani Kuno.
Ketika interkolumniasi bergantian antara lebar dan sempit, sebuah kolonade dapat diistilahkan sebagai "araeosystyle" (Yunani: αραιος, "berjarak lebar", dan συστυλος, "dengan kolom yang diletakkan berdekatan"), seperti dalam kasus serambi barat Katedral Santo Paulus dan fasad timur Louvre.[2]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Kolonade (dulunya ditulis sebagai colonade) telah dibangun sejak zaman kuno dan interpretasi model klasik ini terus berlanjut hingga zaman modern, serta gaya Neoklasik tetap populer selama berabad-abad.[3] Di British Museum, sebagai contoh, portiko dilanjutkan sepanjang bagian depan sebagai sebuah kolonade. Serambi kolom yang mengelilingi Monumen Lincoln di Washington, D.C., (dengan gaya kuil klasik peripteral) dapat diistilahkan sebagai kolonade.[4] Selain penggunaan tradisional pada bangunan dan monumen, kolonade digunakan di stadion olahraga seperti Stadion Harvard di Boston, di mana seluruh stadion berbentuk tapal kuda tersebut dipuncaki oleh sebuah kolonade. Kolonade terpanjang di Amerika Serikat, dengan 36 kolom Korintian, adalah Gedung Pendidikan Negara Bagian New York di Albany, New York.[5]
Kolonade terkemuka
[sunting | sunting sumber]Dunia kuno
[sunting | sunting sumber]- Kolonade Amenhotep III di kuil Luxor
- Stoa Attalos di Agora Kuno Athena yang direkonstruksi
- Baalbeck, Lebanon
- Kolonade Las Incantadas, dihancurkan pada tahun 1864 oleh Emmanuel Miller
- Piliers de Tutelle, portiko Gallo-Romawi yang dihancurkan pada tahun 1677, Prancis
Periode Renaisans dan Barok
[sunting | sunting sumber]- Istana Charles V, Granada (1527)
- Detail kolonade Lapangan Santo Petrus
- Kolonade Louvre, Paris (1670)
Neoklasik
[sunting | sunting sumber]- Gereja La Madeleine, Paris (ditahbiskan tahun 1842)
- Kolonade berkubah di Kantor Pos Umum, Sydney (tahun 1890-an)
- Pintu masuk utama ke Museum Fitzwilliam, Universitas Cambridge (abad ke-19)
- Kolonade Arcade du Cinquantenaire, Brussels (1905)
- Gedung Pendidikan Negara Bagian New York, Albany, New York (1912)
Interpretasi modern
[sunting | sunting sumber]- Lebus Court, Bridges Hall of Music, Perguruan Tinggi Pomona, oleh Myron Hunt di Claremont, California, Amerika Serikat (1915)
- Balch Hall, Perguruan Tinggi Scripps oleh Sumner Hunt dan Gordon Kaufmann di Claremont, California, Amerika Serikat (1929)
- Kolonade di sudut Mission dan First di pusat kota San Francisco
- Kolonade modern di stasiun kereta Santa Lucia, Venesia
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Colonnade from Encyclopædia Britannica
- ↑
Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). . Encyclopædia Britannica. Vol. 2 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 312. ; - ↑ Doremus, Thomas (1999). Classical Styles in Modern Architecture: From the Colonnade to Disjunctured Space. New York: Van Nostrand Reinhold. ISBN 0442016662.
- ↑ Student Resource Glossary
- ↑ New York State Department of Education Building. Emporis. Retrieved on 2009-5-23.